Tren Angka Putus Sekolah di Indonesia Meningkat, Padahal Anggaran Pendidikan Tinggi
- Gustinata Hunawa
Gorontalo – Tren angka putus sekolah di Indonesia kembali meningkat pada tahun ajaran 2022/2023.
Sepanjang tahun ajaran 2022/2023 tercatat angka putus sekolah di Indonesia dari semua jenjang mencapai 76.834 orang.
Rinciannya, siswa putus sekolah tingkat SD 40.623 orang, SMP 13.716 orang, SMA 10.091 orang, dan SMK 12.404 orang.
Di tahun ajaran 2021/2021, angka putus sekolah di Indonesia sempat turun 9,3 persen jika dibandingkan tahun ajaran sebelumnya.
Jumlah putus sekolah di tahun ajaran 2021/2022 mencapai 75.876 orang.
Angka ini jauh berbeda dengan jumlah putus sekolah pada tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah 83.724 orang.
Lantas apa yang menyebabkan angka putus sekolah di tahun ajaran ini kembali meningkat?
Faktor ekonomi
begitu banyak masalah pendidikan di Indonesia, faktor ekonomi menjadi faktor utama angka putus sekolah tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS mencatat 76 persen keluarga mengakui penyebab utama anak mereka putus sekolah karena ekonomi.
67 persen mengaku sulit membayar biaya pendidikan sekolah, sisanya harus mencari nafkah.
Kenyataan ini kontras dengan langkah pemerintah untuk mendorong pendidikan di Indonesia.
Pemerintah Jokowi telah mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen anggaran pendidikan dari APBN.
Pada perjalananya, anggaran pendidikan di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Tahun ini saja, anggaran pendidikan mencapai Rp612,2 triliun.
Anggaran tersebut terdiri dari Rp237,1 triliun melalui belanja pemerintah pusat, Rp305,6 triliun melalui tranfer ke daerah, dan Rp69,5 triliun melalui pembiayaan.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah ini meningkat dari Rp574,9 triliun.