2 Penyebab Timnas Indonesia U-23 Gagal Terbang ke Final Piala Asia U-23
- PSSI
VIVA Gorontalo – Timnas Indonesia U-23 gagal melaju ke partai final Piala Asia U-23.
Melawan Uzbekistan U-23 di semifinal,Timnas Indonesia U-23 harus menyerah dengan skor 2-0.
Gol kemenangan Uzbekistan dicetak Khusayin Norchaev menit ke-68 dan gol bunuh diri Pratama Arhan menit ke-86.
Jika dilihat dari cara bermain, Uzbekistan memang layak memenangkan pertandingan.
Namun, terlepas dari permainan Uzbekistan yang solid, ada dua penyebab lain kekalahan anak asuh Shin Tae-yong itu.
1. Absennya Rafael Struick
Absennya Rafael Struick sangat berpengaruh pada performa lini depan Timnas Indonesia.
Meski jarang mencetak gol, Rafael Struick punya gaya bermain yang atraktif.
Cenderung mengkreasi serangan dan lebih militan dibanding Ramadhan Sananta.
Ketidakhadiran Rafael Struick membuat lini serang Timnas Indonesia U-23 terasa hambar.
2. Keputusan kontroversial wasit
Secara permainan Indonesia jelas tertinggal dari Uzbekistan.
Namun begitu, Marselino Ferdinan dkk tetap memberikan perlawanan.
Hanya saja, ada beberapa keputusan kontroversial wasit yang jelas merugikan Indonesia.
Pertama, keputusan wasit yang tidak memeberikan penalti bagi Indonesia usai Witan Sulaeman dilangkar di kotak terlarang.
Kedua, kartu merah Rizky Ridho yang terbilang aneh.
Kaki Rizky Ridho tidak sengaja mengenai bagian vital pemain Uzbekistan.
Namun, wasit menganggap hal itu disengaja sehinggal pemain Uzbekistan terjatuh.
Setelah mengecek VAR, wasit tidak ragu untuk memberikan RIzky Ridho kartu merah.
Kekalahan ini membuat Indonesia gagal mengunci satu tiket ke olimpiade.
Masih ada satu cara untuk Indonesia bisa tembus ke olimpiade yaitu dengan mengamankan posisi ketiga.
Indonesia akan menghadapi Irak pada perebutan tempat ketiga dan keempat.