Jalan Panjang Ikrar Damai Persija Vs Persebaya
- Persebaya.id
VIVA Gorontalo – Duel dua tim klasik antara Persija melawan Persebaya akan tersaji pekan ini.
Kedua tim akan bertanding dalam lanjutan BRI Liga 1 pekan ke lima di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta (30/07/2023).
Rivalitas kedua tim bukan lagi rahasia. Meski bertahun-tahun memiliki hubungan yang kurang baik.
Namun, The Jakmania dan Bonek sudah mulai membuka diri untuk merajut perdamaian.
Ikrar damai sebetulnya sudah mulai terlihat di putaran kedua Liga 1 musim 2022/2023 lalu.
Pemandangan indah ini kembali terlihat saat laga uji coba Persebaya vs Persija dalam rangka hari jadi ke-96 Persebaya.
Pada laga yang di gelar Minggu (18/6/2023) di Gelora Bung Tomo itu Persebaya memberikan undangan kepada petinggi komunitas The Jak.
Bak gayung bersambut, niat baik tersebut kemudian direspons oleh Ketua Umum The Jak, Diky Sumarno.
Pada kesempatan itu pula The Jak dan Bonek terlihat cukup mesra dengan berbagi tribun.
Yang lebih adem lagi terbentang di tribun tengah sebuah spanduk bertuliskan "Bonek-The Jak Bersaudara".
Ikrar damai Bonek-The Jak juga semakin terlihat melalui chant-chant yang saling bersahutan dari dua kelompok suporter militan itu.
Persija Pernah Tidak Dapat Dukungan Dari The Jak
Persija dengan The Jakmania, dan Persebaya dengan Boneknya merupakan satu kesatuan yang sulit rasanya untuk dipisahkan.
Namun, jauh sebelum seperti sekarang ini Persija pernah tidak mendapat dukungan sama sekali dari The Jakmania.
Kala itu medio 70an. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu seakan berjuang sendiri tanpa dukungan suporter.
Final kompetisi perserikatan 1973 contohnya. Berhadapan dengan Persebaya, stadion GBK justru didominasi warna hijau--warna kebesaran bonek mania.
Pada laga tersebut Persija berhasil menang dengan skor tipis 1-0.
Kondisi serupa juga terjadi saat final Perserikatan pada tahaun 1979 saat Persija bertemu PSMS Medan.
Fenomena ini, menurut Firman Lubis dalam bukunya berjudul "Jakarta 1960an", karena Jakarta didominasi oleh pendatang yang enggan mendukung Persija.
Mereka hanya akan mendukung tim dari daerah asalnya ketika bertanding di Jakarta.
Sementara orang-orang asli Jakarta terpinggirkan.
Lain Firman, lain pula Tauhid Indrasjaried.