RA Kartini Melawan dengan Cinta Ada Apanya

RA Kartini
Sumber :
  • Tropenmuseum

Kartini terus mengasah kemampuannya dalam menulis. Majalah berjudul De Hollandsche Lelie membawa Kartini berkenalan dengan salah seorang aktivis perempuan: Stella M. Zeehandelaar. Stella menjadi tandem Kartini dalam bertukar pikiran seputar feminisme dan pergerakan perempuan di Eropa lewat surat.

Mengajar Kaum Perempuan

Setelah melawan lewat tulisan, Kartini datang dengan perlawanan baru yakni memberi pendidikan pada perempuan. Kartini menuliskan bahwa perempuan Jawa harus di didik, harus diberi pelajaran, harus turut serta dalam pekerjaan raksasa: pendidikan bangsa yang berjuta-juta.

Bersama adiknya, Roekmini, Kartini membuka sekolah untuk perempuan pertama di pada Juni 1903. Pertama kali dibuka sekolah ini diikuti lima orang siswa, yang kemudian terus bertambah, bahkan datang dari kalangan keluarga priayi Jepara dan luar Jepara.

Cinta ada apanya Kartini

Melawan lewat tulisan, mengajar kaum perempuan hanya sebagian kecil perjuangan Kartini. Cinta Kartini kepada kaum perempuan sangat besar. Walaupun, pada perjalanannya perlawanan Kartini harus kandas gara-gara adat setempat. Misalnya bagaimana dia terpaksa menerima pinangan laki-laki beristri.

Pemikiran progresif yang bertabur gagasan itulah bukti bahwa cinta Kartini terhadap Kaum perempuan. Lebih tepatnya cinta ada apanya. Di mata Kartini kaum perempuan punya kekuatan besar yang mampu mengubah dunia, yang bisa diberdayakan bukan diperdayakan.