Selain Dianiaya, Polisi Juga Todongkan Pistol ke Tersangka Judi Sabung Ayam saat Dinterogasi
- VIVA Gorontalo / Yakub Kau
Gorontalo Utara, VIVA Gorontalo – SM, salah satu tersangka judi sabung ayam di Gorontalo diduga dianiaya polisi hingga ditodong pistol.
SM diminta keterangan terkait judi sabung ayam yang melibatkan anggota DPRD Provinsi Gorontalo itu.
Istri SM, Hadija Panto menceritakan saat berada di Polres Gorontalo Utara, suaminya diminta mengakui keberadaan oknum anggota DPRD berinisial AR di lokasi judi.
Namun SM bersikukuh tidak melihatnya. SM bahkan sampai meminta ampun lantaran terus dianiaya meski telah berkata jujur.
"Saya tanya lagi masa tidak lihat, dia (SM) bilang kalau memang lihat buat apa bohong. Mau bohong bagaimana sementara ditodong pistol di paha," kata Hadijah saat ditemui Jumat, 7 Juli 2023.
SM diduga mendapat tindakan kekerasan berkali-kali. Ia dicambuk dan dipukul pada bagian dada.
Akibatnya, SM harus dirawat di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki, Gorontalo Utara.
"Mereka tanya kalau suami saya tidak lihat AR, dia bilang 'ampun komdan saya sama sekali tidak lihat'," ungkap Hadijah menirukan perkataan suaminya.
"Kemudian ditutup wajahnya lalu ditonjok di bagian dada berulang kali, dicambuk lagi. Suami saya sempat jatuh," sambungnya.
Hadija sudah melaporkan kejadian ini ke Propam Polda Gorontalo.
Begitu pun dengan dugaan tindakan penganiayaan. Hadija telah dimintai keterangan.
Sementara terlapor dari kasus ini yakni Kasatreskrim Polres Gorontalo Utara dan KBO reskrim.
"Jadi saya minta keadilan dari bapak Kapolda atas kekerasan yang dilakukan oknum polisi di Polres Gorontalo Utara terhadap suami saya," ungkap Hadija.
Efendy Dali kuasa hukum tersangka SM meminta kasus ini ditarik ke Polda Gorontalo.
Ia juga meminta Kapolda Gorontalo mencopot Kapolres Gorontalo Utara dan dua anggota terlapor dalam kasus ini.
Sebab menurutnya kasus ini bukan penganiayaan biasa.
"Kami minta kepada Kapolda Gorontalo, tolong pak kapolres dicopot, Kasatreskrim dicopot, kami minta KBO reskrim dicopot," kata Efendy Dali.
"Dan kami minta yang menangani perkara ini orang lain atau ditarik saja ke Polda biar ini objektif.
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Gorontalo mengatakan masih menyelidiki kasus ini.