Wah, Ini Penjelasan yang Menyeramkan Soal De Ja Vu Menurut Psikolog

Ilustrasi orang tidur
Sumber :
  • Unsplash

Gorontalo – Pernahkah kamu merasa mengalami situasi yang persis atau sama sebelumnya, meskipun hal itu tidak mungkin? 

img_title Finishing Masih Payah, Thomas Doll Malah Munculkan Ide Rekrut Psikolog Olahraga untuk Persija

Terkadang kamu merasakan seolah-olah menghidupkan kembali sesuatu yang telah terjadi. Fenomena ini dikenal dengan deja vu. 

Deja vu telah membingungkan para ahli filsafat, ahli saraf dan penulis dalam waktu yang sangat lama. Di akhir 1800-an, banyak teori yang bermunculan menerangkan tentang penyebab deja vu yang artinya "sudah terlihat" dalam bahasa Prancis. 

img_title Pastikan Kualitas Pupuk NPK Phonska di Gorontalo Terjamin, Pupuk Indonesia Gelar Program PI Menyapa

Sebagian orang mengira hal itu mungkin berasal dari disfungsi mental atau sejenis masalah otak. Kemungkinan juga cegukan sementara dalam operasi memori manusia yang normal. Tapi, baru-baru ini topik tersebut sudah sampai ke tanah sains. Dilansir dari The conversation : 

Dari tanah paranormal ke tanah ilmiah

img_title Janji Ragnar Oratmangoen di Laga Timnas Indonesia Vs Filipina Hari Ini

Di awal milenium ini, seorang ilmuwan bernama Alan Brown memutuskan untuk melakukan pengupasan atas semuanyang telah ditulis peneliti tentang deja vu hingga saat itu. 

Banyak dari apa yang dia temukan memiliki aspek paranormal yang berkaitan dengan hal-hal supernatural – hal-hal seperti kehidupan lampau atau kemampuan psikis. 

Akan tetapi, dia juga menemukan penelitian yang mensurvei orang-orang biasa tentang pengalaman deja vu mereka. Dari semua makalah ini, Brown dapat mengumpulkan beberapa temuan dasar tentang fenomena deja vu.

Misalnya, Brown menetapkan bahwa kira-kira dua pertiga orang mengalami deja vu di beberapa titik dalam kehidupan mereka. 

Dia menetapkan bahwa pemicu deja vu yang paling umum adalah adegan atau tempat, dan pemicu paling umum berikutnya adalah percakapan. 

Dia juga melaporkan petunjuk-petunjuk selama satu abad atau lebih dari literatur medis tentang kemungkinan hubungan antara deja vu dan beberapa jenis aktivitas kejang di otak.

Ulasan Brown membawa topik deja vu ke ranah sains yang lebih umum karena muncul di jurnal ilmiah yang cenderung dibaca oleh para ilmuwan yang mempelajari kognisi dan dalam sebuah buku yang ditujukan untuk para ilmuwan. 

Karyanya berfungsi untuk mendorong para ilmuwan untuk merancang percobaan-percobaan dengan upaya menyelidiki deja vu.

Menguji deja vu ke Lab Psikologi

Halaman Selanjutnya
img_title