Prada MW Takut Diamuk Masa usai Tabrak Pasutri hingga Tewas di Bekasi, Makanya Kabur

Ilustrasi tabrak lari
Ilustrasi tabrak lari
Sumber :
  • VIVA / Eduard Ambarita

Gorontalo – Komandan Polisi Militer Kodam (Danpomdam) Jaya, Kolonel Cpm Irsyad Hadir Bey Anwar mengungkapkan penyebab Prada MW tabrak Pasutri hingga tewas di tempat.

Kolonel Irsyad mengatakan Prada MW sebelum kejadian mengambil jalur korban. Ia mengantuk dalam keadaan mengendarai mobil dengan kecepatan 60 sampai 70 km/jam.

"Yang bersangkutan memang mengambil jalur korban. Jadi memang karena ngantuknya itu, biasa orang ngantuk sehingga kontrol kemudinya lepas, dia mengambil jalur yang berlawanan dan menabrak korban," kata Kolonel Irsyad.

Terkait tabrak lari, Prada MW kata dia berdalih kalut dan takut dikeroyok masa.

Kolonel Irsyad memastikan Prada MW saat kecelakaan terjadi tidak di bawah pengaruh narkoba juga miras.

"Keterangan yang didapat, anggota masih Prada, belum punya pengalaman ditambah dengan mungkin rasa kalut. Jadi dia pergi meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara) karena juga mungkin ada rasa ketakutan akan ada tindakan yang tidak terpuji (dihakimi)," ungkapnya.

"Pengakuan mengantuk, untuk mengkonsumsi narkoba atau minuman keras tidak ada," sambungnya.