Moeldoko Bikin Kader Demokrat Berani Protes SBY, Kok Bisa?

Museum dan galeri SBY-ANI
Sumber :
  • Twitter

Jawa Timur, VIVAGorontalo – Di balik kharismanya seorang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ternyata eks Presiden RI ke-6 itu pernah diprotes kader Demokrat.

img_title SBY Bikin Buku Khusus Kader Demokrat, Judulnya Ada Nama Jokowi

Keberanian kader Demokrat memprotes SBY dikisahkan Wasekjen DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

Diceritakan Jansen, salah seorang kader Demokrat berani memprotes SBY lantaran tak terima ada foto Moeldoko terpampang di sudut Museum dan Galeri SBY-ANI di Pacitan, Jawa Timur.

img_title 20 Tahun Rivalitas PDIP-Demokkrat Mencair dalam 1 Jam, Peluang Kerja Sama Politik Terbuka?

Moeldoko di zaman SBY sempat menjabat KSAD kemudian diangkat menjadi Panglima TNI.

"Di Museum pak SBY di Pacitan, di dindingnya terpasang banyak foto. Ketika kemarin jalan2 didalamnya, disalah satu sudutnya kami kaget. Krn melihat disalah satu dinding terpasang foto ada wajah Moeldoko (salah satunya foto dibawah). Sontak saya dan beberapa teman tidak terima," kata Jansen dalam unggahannya di Instagram @jansensitindaon dikutip pada Jumat, 23 Juni 2023.

img_title PDIP dan Demokrat Akhirnya Bertemu Jelang Pemilu 2024, Senyum Puan-AHY Pertanda Apa?

Merasa tak terima ada foto kepala Jansen dan kader lain mengajukan protes kepada SBY.

Mereka minta foto Moeldoko diturunkan karena dinilai penghianat.

"Sorenya ketika jumpa pak SBY dgn berapi-api kami ngomong 'pak, mohon izin kenapa foto yg ada wajah Moeldoko itu tidak diturunkan saja, diganti dgn yg lain biar wajahnya tidak ada di Museum ini, penghianat dia itu pak dst'," lanjut Jansen.

Eks KSAD dan Panglima TNI era SBY

Photo :
  • VIVA / M Ali Wafa

Mendapat kritikan dari anak buahnya, SBY menjawab bijak. SBY menjelaskan, foto yang berada di museum itu adalah mereka yang pernah berada di pemerintahannya.

SBy pun meminta anggotanya untuk tidak mempersoalkannya lagi.

"Beliau kemudian menjawab kami dgn tenang, lebih kurang: 'sudah gak apa-apa, kan memang dia bagian dari pemerintahan saya. Saya yg mengangkatnya jadi KASAD dan Panglima. Ini kan Museum terkait sejarah perjalanan pemerintahan itu, kan tidak mungkin wajah dia sama sekali tidak ada di Museum ini. Sejarah itu ya tetap sejarah tidak boleh kita hapuskan apapun kondisinya. Biarlah yang dia lakukan skrg menerima balasnya sendiri nanti. Termasuk tentu yg dia lakukan skrg ini sejarah yang juga harus kalian ingat selaku kaderkan dst,'".

Halaman Selanjutnya
img_title