Cerita Babe Cabita Ketemu Kakek Misterius di Makkah: Dia Muji Rambut Aku
- IG @babecabiita
Gorontalo – Babe Cabita menceritakan kejadian spiritual saat menjalani ibadah umroh. Kejadian bermula saat ia ingin melaksanakan salat subuh terakhir di Masjid Nabawi.
Babe Cabita dipertemukan dengan sosok kakek-kakek yang membuatnya bingung.
"Di hari terakhir itu di Madinah aku akuin udah agak banyak yang gak se fokus di Mekkah. Di mekkah fokus ibadah, sholat, berdzikir segala macem. Di Madinah habis sholat jalan-jalan nongkrong sama temen segala macem,” kata Babe Cabita, dilansir dari tayangan YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa, (31/1/2023).
Sebelumnya Babe berniat melaksanakan salat subuh terakhir di Masjid Nabawi dan mengambil shaf terdepan.
"Jadi aku bangun tengah malem niatnya supaya sholat subuh terakhir aku di saf paling depan di Masjid Nabawi,” lanjutnya.
Untuk itu, ia pun melaksanakan salat subuh di saf nomor 4 dari depan. Babe mengaku sudah sangat bersyukur karena itu dinilai termasuk shaf terdepan.
Namun tiba-tiba kejadian aneh pun terjadi. Saat rakaat pertama, ada seorang kakek-kakek yang nyelip di sampingnya.
“Pas di pertengahan sholat itu, rakaat pertama ada yang nyelip masuk tiba-tiba kakek-kakek. Pas takhiyat terakhir mukanya sejajar sama aku. Kita tatap-tatapan,” terangnya.
Setelah salat, kakek tersebut berbincang dengan Babe Cabita menggunakan bahasa Inggris. Awalnya sang kakek memuji rambut Babe, kemudian berlanjut seperti sedang menceramahi.
Tapi karena Babe tidak terlalu paham dengan bahasa Inggris, hal itu membuatnya tidak terlalu mengerti dengan maksud yang diucapkan kakek tersebut.
“Dia menjelaskan ada kata grandfather, ada Rasullulloh, terus ada bilang Imama. Setelah ku dengar-dengar dia muji rambut aku. Lama-lama kayak menceramahi. Yang kutangkep kayaknya lebih baik pakai penutup kepala jangan dibikin begini karena sunah,” jelasnya.
Saat itu Babe Cabita langsung buru-buru pergi, tapi rupanya sang kakek masih kurang luas dengan ungkapannya.
Sampai akhirnya si kakek memanggil seseorang asal Indonesia yang sedang mengaji. Orang tersebut bisa berbahasa Arab. Kakek kemudian meminta orang itu untuk mengatakan kepada Babe Cabita tentang apa yang ia maksudkan.
“Dia ulama di sini. Abis itu lama-lama dia berdoa si Ulama ini. Habis ngomong-ngomong Bahasa Arab, tepuk-tepuk aku berdoa. Si kawan (orang Indonesia) juga berdoa,” terangnya.