MUI Garut Desak Polisi Agar Terbuka Atas Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur
- Diki Hidayat
Gorontalo – Menanggapi kasus guru ngaji yang melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, Jawa Barat mendesak kepolisian untuk terbuka dalam menangani kasus tersebut.
Terlebih lagi, diduga korban dari kasus tersebut bertambah jadi 22 orang anak di bawah umur.
MUI Garut telah bersepakat akan menelusuri identitas pelaku yang selama ini mengaku sebagai ustaz dan berprofesi sebagai guru mengaji.
Ketua MUI Kabupaten Garut, KH. Sirojul Munir menyatakan bahwa saat ini banyak ditemukan adanya ustaz abal-abal yang tak memiliki keilmuan agama yang jelas.
Sehingga masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat menitipkan putra-putrinya untuk menutut ilmu Agama Islam.
"Para orang tua harus selektif menitipkan anaknya untuk belajar ilmu agama, lihat dulu guru atau ustaznya, sanad keilmuannya dari mana, harus tahu dulu," ujarnya, Rabu 31 Mei 2023.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, kasus sodomi yang dilakukan oleh tokoh agama tersebut, diakuinya telah mencoreng wilayah dan nama baik ketokohan agama.
Sehingga ia meminta Polres Garut untuk menindak tegas dan harus bersikap terbuka, tidak pandang buluh dalam memproses pelaku.
"APH (aparat penegak hukum -red) terbuka, proses pelaku dan lanjutkan saja jangan ada kata perdamaian, kami memohon kepada APH harus terus berjalan sampai tuntas di pengadilan,” ungkap Sirojul Munir.
Sirojul Munir menjelaskan, tindakan tegas itu diperlukan agar tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari.
Karena perbuatan sodomi dilaknat Allah SWT. Seperti yang dicontohkan Sirojul Munir pada zaman Nabi Luth di mana kaum yang berbuat sodomi langsung ditimpa bencana dahsyat.
"Jangan sampai begitu, sehingga kasus ini harus mendapat perhatian semua karena kasus ini merupakan aib yang maha dahsyat," pungkasnya.
Seperti diketahui saat ini, kasus oknum guru mengaji gaji yang berbuat sodomi terhadap 22 anak di bawah umur terjadi di Desa Sirnasari dan Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang, Garut, sedang ditangani Polres Garut.
Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id dengan judul artikel: Heboh Guru Ngaji Sodomi 22 Anak, MUI Garut Minta Polisi Terbuka