Dituduh Politik Identitas, Anies Baswedan: Pernyataan Itu Batal Demi Akal Sehat
- Twitter @aniesbaswedan
Gorontalo – Bakal calon presiden dari Demokrat, Anie Baswedan menjawab tudingan bahwa dirinya melakukan politik identitas.
Anie bercerita, pada Pilkada 2017 lalu, semua label, termasuk politik identitas ditempelkan ke pasangan Anies-Sandi.
Namun, kala itu pihak Anies-Sandi tidak menjawab dengan lisan karena pelabelan itu sengaja dibuat untuk membentuk persepsi publik.
Dalam membentuk persepsi ada dua cara. Pertama dengan pendekatan strategi komunikasi dan kedua strategi kenyataan bukan pernyataan.
Dalam hal ini, pihaknya memilih melawan dengan strategi kedua yakni melawan dengan persepsi yang dibentuk lewat jaur kenyataan bukan pernyataan.
"Jadi bagaimana persepsi dibentuk tunjukkan kenyataan. Kami bertugas Jakarta sesudah berjalan 5 tahun Apakah ada bukti bahwa yang ditudingkan menemukan pembuktiannya?" kata Anies saat hadir dalam acara Rakernas Partai Ummat dikutip dari tvOne.
"Bila yang ditudingkan tidak menemukan pembuktiannya dan ternyata memang tidak ditemukan maka semua pernyataan-pernyataan itu batal demi akal sehat kita," sambung Anies.
Selain itu, Anie mengaskan bahwa setiap orang membawa narasi keadilan tidak akan terjebak dalam jebakan politik apapn.
"Yang kita dorong justru adalah kenyataan untuk Apa perubahan perubahannya untuk apa untuk kebaikan kebaikan Bentuknya apa rasa keadilan untuk semua kira-kira gitu," pungkas Anies.
Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan diusung Partai NasDem untuk maju di Pilpres 2024.
Selain Nasdem, Partai Ummat juga telah mendeklarasikan dukungannya untuk Anies Baswedan.