Kasus Penganiayaan David Jadi Trending, NETIZEN : Tim Sri Mulyani vs Tim Yaqut
Gorontalo – Kasus penganiayaan David (17) yang dilakukan oleh anak pejabat pajak, Mario Dandy Satrio (20) beberapa hari ini menjadi konsumsi publik, bahkan viral di media sosial, mulai dari Twitter sampai TikTok.
Kasus ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Selain warganet, Menkeu Sri Mulyani, Menko Polhukam Mahfud Md, hingga Wapres Ma'ruf Amin juga angkat bicara terkait aksi penganiayaan ini.
Mario Dandy Satrio adalah anak Rafael Alun Trisambodo yang merupakan pejabat eselon III Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II.
Sedangkan, David yang menjadi korban penganiayaan adalah anak pengurus pusat GP Ansor, Jonathan Latumahina.
Akibat kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy, kedua instansi pemerintahan yakni Kementrian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jendral Pajak dan Kementerian Agama (Kemenag) ikut menjadi sorotan Warganet.
Sebelumnya, Mentri Keuangan, Sri Mulyani telah memberikan komentarnya terkait kasus penganiayaan itu.
Yang menjadi sorotan Sri Mulyani yaitu harta kekayaan milik keluarga pelaku yang disebut-sebut hidup 'mewah'.
Sri Mulyani telah memberikan intruksi pada tim Kementerian Keuangan untuk mendukung penanganan hukum secara konsisten oleh instansi yang berwenang.
"Kemenkeu mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan - dan mendukung penanganan hukum secara konsisten oleh instansi yang berwenang," katanya, dikutip dari Kompas.
Mentri keuangan itu juga mengecam gaya hidup mewah yang ditunjukkan oleh keluarga di jajaran Kemenkeu yang disbutnya timbulkan reputasi negatif.
Disisi lain, Mentri Agama RI, sekaligus Ketua umum GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas juga telah memberikan statemen terkait kasus ini.
Bahkan, Yaqut juga telah menjenguk langsung dan menemui korban di rumah sakit. Ia lantas menyebut, bagi dirinya, anak seorang kader adalah anaknya juga.
"Anak kader, anakku juga. Catat ini!," kata Yaqut, Rabu (22/2/2023) malam dilansir dari Instagram resminya.
GP Ansor adalah organisasi sayap dari Nahdlatul Ulama. Sementara itu, Ketua GP Ansor Ainul Yaqin Simatupang menyebut, pihaknya lewat LBH Ansor akan mengawal kasus penganiayaan tersebut sampai tuntas.
"Iya (sampai tuntas). Polisi sudah bekerja. Harus dihukum," katanya.