Penjelasan Polisi Soal Siswi SMP Tewas Gantung Diri di Gorontalo
- VIVA Gorontalo/Yakub
Bone Bolango, VIVA Gorontalo - Seorang siswi SMP di Gorontalo nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Siswi yang baru duduk di kelas VII itu nekat gantung diri menggunakan tali ayunan bayi yang tergantung di kamar rumahnya.
Korban pertama kali ditemukan ayahnya sekitar pukul 09.00 Wita. Saat ditemukan korban tergantung dalam kondisi masih mengenakan seragam sekolah.
Kasatreskrim Polres Bone Bolango, Iptu Muhammad Arianto menjelaskan saat polisi tiba di TKP tubuh korban sudah berhasil diturunkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi kejadian ini murni kasus bunuh diri. Sebab, ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.
"Dari hasil pemeriksaan awal, jadi bisa kita simpulkan meninggal memang karena gantung diri karena kita lihat ada bekas ikatan di leher yang menandakan pembuluh darahnya pecah," kata Iptu Muhammad Arianto, Kamis 15 Juni 2023.
"Jadi bisa disimpulkan, korban ini memang sengaja bunuh diri," lanjut Iptu Muhammad.
Diungkapkan Iptu Muhammad, keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Hanya saja, polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut.
"Tanda-tanda kekerasan tidak ada. Saya sudah arahkan anggota untuk memeriksa secara detail. Apabila ada tanda-tanda kekerasan itu bisa kita jadikan petunjuk," ungkapnya.
"Untuk autopsi sudah ada penolakan dari keluarga, tapi nanti akan berkembang di pemeriksaan. Ditolak bukan serta merta tidak diautopsi, tetapi kita lihat hasil perkembangannya," sambungnya.
Ilustrasi gantung diri
- U-Reeport
Motif gantung diri
Dari hasil pemeriksaan polisi, sementara motif bunuh diri siswi yang masih berusia 14 tahun ini adalah sakit hati lantaran dimarahi orang tuanya.
"Informasi awal, korban sakit hati karena dimarahi sama orang tuanya," kata Iptu Muhammad Arianto.
Sementara itu menurut keterangan rekannya di sekolah, korban dikenal siswi yang aktif di sekolah.
Kronologi kejadian
Ayah korban, Farhan Lumuwu mengakui jika sempat memarahi korban sebelum kejadian. Farhan marah lantaran korban sering membantah.
Sebelum menemukan anaknya tewas Farhan lebih dulu berangkat ke tempat kerjanya yang berada di Kota Gorontalo sekira pukul 07.00 Wita.
Namun, setiba di tempat kerja perasaan Farhan tidak karuan. Dia menelepon anaknya di rumah, tapi tidak diangkat. Setelah itu dia putuskan mengecek langsung ke rumah.