Stop Hoaks Penculikan Anak! Begini Dampak dan Cara Menghindarinya

Ilustrasi fake news penculikan anak
Sumber :
  • Franco Bravo Dengo

Gorontalo – Isu penculikan anak tidak pernah tidak berhasil melambungkan keresahan di tengah masyarakat. Apalagi, dalam beberapa tahun belakangan, jumlah kasus penculikan anak terus meningkat.

img_title Kominfo Catat 204 Hoaks Pemilu 2024 dalam Setahun Terakhir

Merujuk data, di awal tahun 2023 ini saja, Polri telah menindak sekitar 21 kasus penculikan (sebagian besar anak-anak). Jumlah ini bahkan telah melampaui total kasus penculikan anak yang ditangani Polri tahun 2022, yakni sebanyak 20 kasus.

Tren kasus penculikan anak

Photo :
  • Istimewa

img_title Debat Capres, Ganjar Pranowo Apresiasi Kinerja Polri Tahun 2023 karena Ancaman Terorisme Nihil

Hal itu sudah cukup membuat para orangtua was-was dan menimbulkan kekalutan di tengah masyarakat secara umum.

Namun, di era banjir informasi ini, ada yang tak kalah mengkhawatirkan ketimbang kasus penculikan anak, yakni masifnya mis/dis-informasi (Hoaks) soal penculikan anak itu sendiri.

img_title 9 Pendekar Timnas Indonesia Jadi Anggota Polisi, Salah Satunya Juru Gedor Andalan STY

Sudah banyak contoh kasus Hoaks penculikan anak yang umumnya bermula dari media sosial. Setahun terakhir saja, Juni 2022-Juni 2023, cekfakta.com menemukan setidaknya ada tujuh hoaks soal penculikan anak yang beredar di media sosial. Artinya, hoaks penculikan anak selalu beredar di media sosial setiap dua bulan. Biasanya berupa foto-foto atau sindikat penculik anak yang sebenarnya sudah dibagikan berulang-ulang. Foto-foto tersebut dilengkapi dengan logo lembaga kepolisian untuk mengecoh warganet.

Cek fakta isu penculikan anak

Photo :
  • Google

Selain foto, ada juga konten berbentuk video yang biasanya dibarengi dengan narasi yang menyesatkan dan membuat panik. Contohnya seperti ini: “Teman2 silahkan diviralkan … penculikan anak untuk dijual dan diambil jantungnya adalah nyata dan bukan hoax. semoga lebih banyak lagi Para Orang Tua lebih waspada….penculik mengaku bapak dari anak tersebut,untung anak itu bilang ” itu bukan bapaknya” di butuhkan kewaspadaan petugas atau yg encurigai bila ada orng orng yg berlaku aneh,waspada…”

Dampak dari hoaks penculikan anak alih-alih meningkatkan kewaspadaan, yang terjadi justru lebih ekstrim dan merugikan diri sendiri. Seperti halnya kasus yang terjadi di Gorontalo beberapa waktu yang lalu.

Akhir tahun 2021, gambar seorang nenek ramai di linimasa Facebook di Gorontalo. Gambar itu dibarengi dengan narasi-narasi yang menyatakan bahwa sang nenek dicurigai sebagai sindikat penculikan anak, atau yang sering disebut Gola.

Isu penculikan anak di media sosial

Photo :
  • Tangkapan layar

Halaman Selanjutnya
img_title