AHY Pasrah, Keputusan Bacawapres Diserahkan ke Anies Baswedan
- Twitter @Agus Yudhoyono
Gorontalo – Pendaftaran bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.
Namun hingga saat ini, beberapa capres yang akan maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 belum mengumumkan siapa yang akan menjadi wapres.
Hal itu juga terjadi kepada Anies Baswedan, yang sampai saat ini belum mengumumkan siapa yang akan menjadi wapres nantinya.
Anies Baswedan pada acara Rakernas Apeksi di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (13/7), menyampaikan dia belum bisa mengumumkan bakal cawapres yang bakal mendampingi dirinya untuk Pilpres 2024.
"Nanti pada waktunya diumumkan," ucap Anies.
Terkait hal tersebut, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pengumuman cawapres Anies Baswedan menunggu momentum yang baik.
Karena menurut AHY, waktu adalah sumber daya yang paling berharga.
"Saya dan teman-teman Partai Demokrat sejak awal termasuk yang paling berupaya meyakinkan bahwa waktu itu adalah sumber daya atau resources paling berharga bagi Koalisi Perubahan, bagi yang dianggapnya penantang baru, underdog," kata AHY selepas menyampaikan pidato politik di Jakarta, Jumat, 14 Juli 2023.
AHY menegaskan bahwa Koalisi Perubahan, yang terdiri atas Partai Demokrat, NasDem, dan PKS, telah menyerahkan kewenangan mengumumkan bakal cawapres kepada bakal calon presiden (capres) mereka, yaitu Anies Baswedan.
Menurutnya, Koalisi Perubahan yang saat ini mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres tentu membutuhkan waktu untuk membentuk konsolidasi pemenangan.
Terlebih lagi waktu pemilihan presiden (pilpres) dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2024.
"Yang jelas mereka (pendukung Koalisi Perubahan, red.) butuh waktu untuk bekerja, berjuang, dan membuktikan diri. Nah, di sini saya mengatakan waktu itu menjadi sangat penting," ucap AHY menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers.
AHY menekankan, Demokrat tidak memiliki hambatan apapun untuk menyegerakan pengumuman siapa yang akan mendampingi Anies Baswedan.
Namun dia tetap memberikan masukan dan saran kepada mantan Wali Kota DKI Jakarta itu, untuk tidak mengambil terlalu banyak waktu dalam mengumumkan bakal cawapres.
"Itulah dari awal kami menyarankan, kami memberikan masukan-masukan hayo apalagi yang ditunggu, kami siap. Mari kita songsong bersama perubahan ini, ketika banyak masyarakat di sana sini banyak menunggu itu," ujarnya.