Anies Bongkar Fakta Perjanjian Politik dengan Prabowo: Tidak Menyebut Tahun
- Antara foto / Wahyu Putro A
Gorontalo – Isu perjanjian politik antara Anies Baswedan dan Prabowo Subianto terkait Pilpres 2024 sedang ramai dibicarakan.
Isu ini tiba-tiba menyeruak di tengah isu pencapresan Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan: Nasdem dan PKS.
Anies Baswedan sebagai orang yang disebut-sebut ingkar janji akhirnya buka suara saat hadi di Friends of Merry Riana.
Dijelaskan Anies, sejak awal dirinya sudah menegaskan akan fokus membangun Jakarta selama lima tahun.
Meski setelah Pilkada DKI Jakarta ada Pilpres 2019, Anies menolak untuk maju di Pilpres 2019.
Bahkan ketika debat kandidat, Anies ditanya mau maju atau tidak di Pilpres 2019, Anies tetap pada pilihannya membangun Jakarta.
"Sesudah Pilkada DKI Jakarta 2017 ada Pilpres 2019, dan saya sudah sampaikan saya tidak akan tengok kanan kiri. Akan full lima tahun di Jakarta. Untuk itu saya tidak akan ikut Pilpres," kata Anies.
Tak hanya itu, pada tahun 2018, Anies sempat diajak Prabowo untuk mendampinginya pada Pilpres 2019. Namun, ajakan itu ditolak Anies.
Eks Menteri Pendidikan itu punya komitmen yang harus dijaga dengan warga Jakarta setelah terpilih menjadi Gubernur dengan Sandiaga Uno sebagai wakilnya.
Anie tidak ingin mengecewakan warga Jakarta hanya karena ambisi lain.
"Apa yang harus saya sampaikan kepada mereka kalau setelah satu tahun saya pergi? Nanti mereka tidak lagi percaya pada proses demokrasi. Saya tidak mau kerjakan itu," jelas Anies.
Ketika Merry kembali mempertegas bahwa Anies berhasil memegang komitmennya, Anies langsung memotong omongannya.
Kata Anies, ketika pembicaraan politik itu berlangsung tidak ada pembahasan kapan perjanjian itu berakhir.
"Memang ketika ngobrol itu memang enggak nyebut tahun. Misalnya saya berjanji, enggak saya berjanji lima tahun, tidak ada menyebut lima tahun sampai tahun 2022 kemudian tidak akan ikut satu dua...," pungkas Anies.