Keterlaluan! Gegara Gabah Jatuh Berserakan di Sawah, Kapolsek Aniaya Buruh Tani

Ilustrasi penganiayaan
Sumber :
  • Pixabay

Gorontalo – Entah ada masalah apa dengan Iptu Sarro Mappa. Hanya karena gabah miliknya jatuh berserakan di sawah, dia tega menganiaya seorang bunuh tani.

Panglima TNI Murka, Minta Oknum Paspamres yang Aniaya Pemuda Asal Aceh hingga Tewas Dihukum Mati

Korban diketahui bernama Saparuddin. Kejadian penganiayaan itu terjadi di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Takalar.

Pengacara Saparuddin, Syaban Sartono mengatakan, dugaan penganiayaan itu mengakibatkan kliennya menderita beberapa luka seperti di jidat dan bibir akibat hantaman keras.

Sidang Lanjutan Mario Dandy Datangkan Saksi Ahli

"Jadi, klien kami mengalami luka pada bibir bagian bawah. Sama di jidatnya yang sobek 4 jahitan akibat benturan motor karena ia ditendang," kata Syaban saat dikonfirmasi, Rabu malam, 5 April 2023.

Kronologi kejadian

DIceritakan Syaban, kronologi penganiayaan bermula saat korban tengah membawa gabah milik Iptu Sarro. Saparuddin memang berprofesi sebagai buruh tani dalam kesehariannya.

Wakapolres Gorut: Tersangka Judi Sabung Ayam Masuk RS karena Sakit, Bukan Dianiaya Polisi

Saparuddin tidak sengaja menjatuhkan gabah itu dan berserakan di sawah. Melihat hal itu, Iptu Sarro naik pitam dan langsung menganiaya Saparuddin bersama kata-kata kasar.

"Jadi, Saparuddin ini dipekerjakan memang sama kapolsek. Pada saat mengangkut gabah itu tiba-tiba jatuh di sawahnya Kapolsek," tuturnya.

"Gabahnya itu jatuh karena ketimpa sama karung gabah yang lain, gabah itu pun jatuh dan tumpah berserakan. Disitulah Kapolsek ini marah-marah lalu memukul," sambungnya.

Usai kejadian, Saparuddin langsung melaporkan Iptu Sarro ke Polres Takalar. Laporan sudah diterima dengan nomor registrasi LP/B/91/IV/2023/SPKT/Polres Takalar tertanggal 3 April 2023.

Bantahan Iptu Sarro

Tindakan penganiayaan itu dibantah Iptu Sarro. Dia bilang luka-luka di wajah Saparuddin akibat jatuh dari motor, bukan dianiaya. Iptu Sarro pun menuding laporan itu tidak benar.

"Saparuddin mengalami luka karena kecelakaan jatuh turun di saluran pengairan di sana Bontobila Desa Bontomanai. Jadi, itu bukan dipukul atau dianiaya. Tidak benar," ujar Iptu Sarro.

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Kamis, 6 April 2023 dengan judul: Iptu Sarro Kapolsek di Takalar Aniaya Buruh Tani hingga Kepala Sobek